Saya yang saat itu masih berusia delapan tahun merasa tak yakin dengan konsistensi saya sendiri dalam membersihkan eek kucing. Tak ada dukungan dari siapa pun bahwa saya akan mampu melakukan semuanya.
Ibu saya bukan ibu yang memandang memelihara hewan adalah sarana untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anaknya. Ia memilih memvonis anaknya tak kan mampu mengemban tanggung jawab merawat kucing, makanya lebih baik tidak meloloskan proposal saya sekalian.
Setelah ditolak oleh ibu, keinginan saya untuk memelihara kucing tidak surut. Saya sering mendekati kucing-kucing liar, terutama kucing-kucing liar yang bulunya putih bersih dan ada belang pirang di tubuhnya.
Tapi, entah kenapa kucing-kucing itu tidak ada yang mau saya dekati. Jangankan digendong atau dielus, baru saya dekati saja sudah lari. Saya masih mengingat wajah-wajah kucing itu, mereka pasang ekspresi takut dan terganggu. Saya patah hati dengan perlakuan mereka. situs saya: https://myfriendlypets.com